Perang Ayat, Buat Siapa?

Sungguh kelihatan lucu sekali kalau melihat orang-orang sedang perang ayat. Ayatnya udah bener, sunnahnya juga bener. Tapi karena yang menafsirkan masih kurang ilmu, tidak memahami kaidah tafsir yang benar, belum menerima petunjuk, tapi sudah pamer dan niatnya memang menguntungkan/memutlakkan pendapatnya sendiri (dengan memanfaatkan ayat Allah), akhirnya jadilah perang ayat.

Kalau referensinya sama-sama benar, mengapa harus berbantah-bantahan kalau bukan untuk kepentingan pribadi?

Pada dasarnya yang diperselisihkan itu pendapat pribadi mengenai suatu hal. Pendapat pribadi ini sifatnya selalu relatif dan terbatas. Namun pendapat ini ingin dimutlakkan dengan memanfaatkan ayat-ayat Allah dan Al-Hadits. Padahal tidak boleh pendapat pribadi dimutlakkan melebihi wahyu.

Untuk menafsirkan kandungan wahyu yang tidak terbatas, seorang ahli tafsir saja masih meminta petunjuk dari Allah. Bagaimana mungkin akal manusia yang terbatas bisa menyerap kandungan wahyu yang tidak terbatas, kecuali diberi petunjuk?

Dari pada ikutan gila, mending gua kejar yang jualan cilok. Maaaaang beli ciloooooknyaaaa……