Monthly Archives: December 2015

Mencari Mimit

photo_2015-12-21_23-43-13

 

Perkenalkan ini namanya Mimit, dia kucing persia medium jantan. Mimit anaknya Pluto (sudah almarhum), kucing kampung yang pintar dan pemberani. Induknya namanya Moci (hilang), kucing persia medium juga. Mimit lahir 15 Januari 2012, bertepatan dengan peringatan Malari. Bertepatan dengan dimulainya tahun baru Shio Naga Emas. Saudaranya ada 2, tapi satu persatu mati ketika masih kecil dan belum melek.

Mimit hilang kira-kira tanggal 19 Oktober 2015 yang lalu. Dia memang biasa saya lepas keluar karena memang biasanya selalu pulang sendiri. Terutama kalau lagi lapar dan kecapean main.

Mimit pernah hilang 2 hari, lalu saya cari keliling komplek tidak ketemu. Akhirnya saya cari ke perumahan di belakang komplek, ternyata dia cari betina di situ dan nyasar. Untung ada cat lover juga di situ dan dia simpan di rumahnya. Namanya teh Yanti, orangnya baik dan ramah.

Mimit juga pernah hilang 3 hari, saya langsung cari ke komplek di belakang. Tidak ketemu. Ternyata ketemunya di komplek saya sendiri, lagi main sama kucing kecil, namanya Dudung. Si Dudung ini rupanya merasa aman sama Mimit. Jadi walaupun Dudung takut sama manusia, dia tetap ikut sama Mimit ke rumah. Ini foto untuk mengabadikan persahabatan Dudung dan Mimit.

photo_2015-12-21_23-08-07

Sejak Dudung ikut makan di rumah sama Mimit, badannya jadi gemuk. Tapi entah mengapa si Dudung lama-lama hilang tidak kelihatan lagi, mungkin dia bosan di kampung dan ingin merantau. Saya juga yakin ini pasti Mimit yang meracuni pikirannya supaya merantau. Sebab dia tidak kelihatan sedih karena si Dudung pergi, malah makan makin banyak.

photo_2015-12-21_23-20-17

Mimit sudah menjadi bagian dari keluarga kami sejak dia lahir. Sebetulnya dia kucing yang baik. Tapi nalurinya sebagai predator masih mempengaruhi perilakunya yang primitif. Jadi dia masih bandel, suka kencing di sembarang tempat. Biasanya di pintu, bawah meja, tas ransel saya, atau di barang-barang yang baru dia kenal. Bandel sekali.

Sudah saya semprot dengan larutan cuka apel, wipol, sampai sebar kamper. Tidak berubah juga perilakunya. Hanya bersifat sementara. Padahal di dekat kandangnya sudah ada pasir dan dia memang poop di situ. Tapi kalau kencing, mobil tetangga pun sudah merasakan kehangatan semprotan kencingnya.

Mimit

Si Mimit betah tinggal bersama kami dan tinggal di komplek. Sebab di komplek kami banyak kucing betina dan dia bisa kimpoi dengan siapa saja di antara mereka sepuasnya. Ini si Mimit waktu ketahuan kimpoi sama si Jenifer. Akibat perbuatan mereka ini, maka lahirlah bayi-bayi kucing yang lucu 2 bulan kemudian.

photo_2015-12-21_23-25-44

Kini Mimit sudah 2 bulan meninggalkan rumah dan belum kembali. Saya sudah cari ke mana-mana. Ke komplek perumahan di belakang, di perumahan cigadung valley residence, sampai cari ke pabrik C59. Tidak ada yang lihat.

Bisa jadi Mimit dibawa orang yang tidak dikenal, jadi korban animal trafficking atau perdagangan organ. Bisa jadi Mimit mengejar betina yang disukainya tapi betina itu menolaknya dan penolakan itu membuat Mimit hilang ingatan sehingga Mimit tidak tahu jalan pulang. Bisa jadi Mimit diajak main sama kucing lain, tapi ternyata kucing itu punya niat jahat dan merampoknya sehingga dia tidak punya ongkos untuk pulang ke rumah. Banyak sekali kemungkinannya.

photo_2015-12-21_23-41-51

 

Rumah kami tanpa mimit memang jadi bersih. Tidak ada lagi bau kencing di pintu, di bawah meja, atau di tas ransel saya. Tapi rumah kami jadi sepi. Tidak ada lagi yang lari-lari kalau mobil kami datang. Tidak ada lagi yang ribut mengeong membangunkan orang jam 5 pagi. Tidak ada lagi yang menemani saya kerja malam. Benar-benar terasa hampa.

Jadi saya minta tolong, kalau ada yang tahu di mana Mimit berada, mohon menghubungi saya lewat kontak di bawah ini:

Ilham Rizqi Sasmita
Telepon/SMS/WhatsApp/Telegram: 085862011111

Terima kasih banyak sudah membaca tulisan saya sampai sini.

Mimit, pulang dong ke rumah babeh. 🙁

photo_2015-12-21_23-45-55

Incoming search terms: