Monthly Archives: January 2016

Undangan Beta Test SMS Gateway API

sms-server-hardware-640x480

Salah satu komponen yang ada di backend payment kami adalah sms gateway. Komponen SMS Gateway ini berfungsi untuk memproses sms transaksional, menerima incoming sms dari customer/agen/member/subscriber kemudian memprosesnya ke backend payment. Kemudian hasil dari transaksi tersebut dikirim lagi melalui sms ke SMS Gateway.

Saya pikir, kalau komponen SMS Gateway ini saya pisah jadi layanan yang berdiri sendiri mungkin manfaatnya bisa lebih besar dari pada sekedar sms transaksional. Orang lain biasanya hanya butuh pengirimannya saja, tapi tidak membutuhkan incoming. Ada juga yang membutuhkan sms transaksional, tapi tidak membutuhkan autoreply.

Untuk tahap pertama, saya akan sediakan REST API dulu untuk para developer supaya mencoba kirim sms ke backend tersebut. Tidak pakai frontend atau dashboard. Dari tahap ini, saya meminta masukan dari pada developer, apa yang harus disempurnakan supaya bisa lebih baik dari layanan sejenis, misalnya Twillio.

Mengapa pakai SMS?

  1. Lebih dari 60% orang Indonesia menggunakan feature phone 2G.
  2. Penerima sms tidak perlu download/install aplikasi.
  3. Biaya SMS masih relatif murah dan sangat terjangkau.

Siapa yang membutuhkan layanan ini?

  1. Developer Aplikasi
  2. Toko online/E-commerce/Marketplace
  3. Web hosting/Datacenter/NOC
  4. Sekolah/Kampus/Pesantren
  5. Instansi Pemerintah
  6. LSM/Organisasi Masyarakat
  7. Digital Marketer
  8. Agency
  9. Payment Gateway
  10. Pembangkit Listrik
  11. Aparat Penegak Hukum (Polri, Kejaksaan, KPK)
  12. Militer

Jadwal Beta Test

Beta Testing akan kami buka di bulan Maret 2016, tanggal menyusul. Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba, tolong daftarkan diri Anda di form berikut.
http://goo.gl/forms/RGP8zFL8Um

Incoming search terms:

WHMCS Hook + Slack Notification

WHMCS

WHMCS is a billing system software that is widely used by web hosting companies in the world. We have been using WHMCS since November 2013 for SaaS (Software as a Service) billing system. We create our own provisioning module for WHMCS, so we can issue new license and renew existing license automatically.

slack

Slack is a messaging app for team. We have been using Slack since 2014. Slack provide an API that can be used to make a wide range of applications and integration. I’ve found that Slack’s Incoming Webhooks API is very useful. This API enable us to receive incoming messages from external sources to Slack channel or username. It can be useful to receive alerts from WHMCS for such events.

So i create this whmcs-hook-slack to receive alert from ‘TicketOpen’ and ‘TicketUserReply’ events. When our customer opens new ticket or reply a ticket, WHMCS send notifications to our slack channel or username. This hooks very helpful to increase response time and resolve time as well.

If you interested to use this hook, please check the repo here. I hope it useful for more people.
https://github.com/ilhamrizqi/whmcs-hook-slack

 

Modem Itegno 3000 USB

Sambil ngoprek di hari Minggu ini, saya ingin mengulas sedikit tentang salah satu barang riset yang sudah menemani perjalanan saya sejak tahun 2006. Ini modem Itegno 3000 USB, salah satu modem industrial yang dibuat untuk pasar M2M waktu itu. Modem Itegno 3000 USB

Modem ini menggunakan chipset buatan Wavecom Q2406B (sudah diakuisisi Sierra Wireless). Sesuai spesifikasi Wavecom Q2406B, modem ini sudah mendukung AT+Command untuk GPRS. Waktu itu belum ada teknologi 3G.

Modem Itegno 3000 USB

Driver bawaan modem ini hanya ada untuk Windows. Tapi karena chipset usb-serial yang digunakan sebetulnya buatan Prolific, PL-2303 maka modem ini dapat dikenali di Linux Ubuntu dan FreeBSD tanpa instalasi apapun.

Jalankan dmesg di Linux Ubuntu 14.04.3 LTS, saya mendapatkan hasil berikut:

itegno3000-linux

Nah, kelihatan kan “Manufacturer: Prolific Technology Inc.”

Sekarang, saya coba konek menggunakan port =0/dev/ttyUSB0 dan baudrate=115200 dan coba kirim beberapa perintah AT+Command. Hasilnya….

itegno3000-miniterm

 

Saya beli modem ini di sebuah toko komputer Mangga Dua sekitar bulan Mei tahun 2006. Dari pada saya pinjem terus sama customer dan ditagih-tagih, lebih baik saya beli sendiri. Harganya cukup mahal untuk ukuran saya waktu itu, Rp 2.5 juta. Saya beruntung tidak pernah menjual modem ini sebab modem ini sudah tidak diproduksi lagi oleh Itegno. Mereka membuat versi baru Itegno 3800 menggunakan chipset lain yang chipsetnya berbeda.

Memang hampir semua barang riset saya sejak tahun 2005 masih awet dan kondisinya masih bagus. Hanya penampilannya saja yang dekil akibat debu yang menempel bertahun-tahun.

Dengan modem ini, sekarang saya mengembangkan sebuah layanan backend sms 1 arah dan 2 arah yang rencananya akan saya buka beta testnya kepada komunitas developer, khususnya komunitas IoT Bandung.

Kalau Anda berminat untuk mencobanya, silakan menghubungi saya di email irs[at]sandiloka[dot].com

Perubahan Sandiloka 2016

Selamat Tahun Baru 2016. Semoga kita makin bermanfaat bagi orang lain. Semoga karya-karya kita makin besar dan makin luas dampaknya bagi orang lain. Semoga perbaikan-perbaikan yang kita lakukan makin terasa pula hasilnya di tahun-tahun mendatang. Amiin.

Setelah babak belur selama beberapa tahun terakhir, dan mendekati titik nadirnya di tahun 2015 kemarin, saya memutuskan untuk merubah konsep bisnis dan strategi bisnis Sandiloka mulai tahun 2016 ini. Berikut yang bisa saya bagikan.

Konsisten di SaaS

Kami sudah menjalankan business model SaaS (Software as a Service) sejak Maret 2009. Walaupun untuk jangka panjang dan jangka pendek model ini berhasil namun ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan yaitu lebih konsisten.

Software Development adalah Premium Service/Project

Sebelumnya kami menyediakan layanan pembuatan aplikasi yang sifatnya add-on secara gratis. Ternyata permintaan untuk membuat fitur tambahan, add-on, customisasi ini memang banyak peminatnya. Karena gratis, akhirnya permintaannya lebih besar dari kapasitas yang tersedia.

Karena permintaannya memang besar, oleh sebab itu, mulai tahun ini kami tidak lagi melayani pembuatan aplikasi atau fitur gratisan. Jika pelanggan menginginkan ada fitur X, atau aplikasi Y, atau modul Z, maka akan dikenakan biaya tergantung bobot dan kompleksitasnya.

Support adalah Premium Service

Sebelumnya kami menyediakan support gratis atau included dalam produk atau layanan yang kami sediakan. Ternyata lebih dari 80% pekerjaan support itu tidak berhubungan dengan produk dan layanan kami antara lain: menginstall aplikasi lain, setting router, setting TCP/IP, membersihkan virus, dll.

Model ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena gratis, permintaan selalu lebih besar dari persediaan/kapasitas yang ada. Jika permintaannya memang besar, support tidak perlu dihilangkan, cukup dikenakan biaya per-jam sesuai kategori. Bagi pelanggan silakan saja meminta layanan bantuan apapun, yang penting invoicenya dibayar 🙂

Budayakan DIY (Do It Yourself)

Kalau kita perhatikan layanan-layanan SaaS di seluruh dunia, biasanya kita tidak akan menemukan adanya nomor telepon atau YM untuk helpdesk/support. Paling banter juga ada LiveChat yang hanya bisa diakses dari website masing-masing. Dokumentasi, Tutorial, dan Tanya-Jawab di website/mailinglist/forum sudah biasa.

Berbeda sekali dengan kultur pelanggan yang kami hadapi di Indonesia. Mereka selalu minta kontak nomor telepon atau YM. Kalau kontak, harus langsung ke ownernya, tidak mau dilayani oleh staf support atau bagian administrasi. Dikit-dikit telepon, dikit-dikit kontak ownernya. Maunya dilayani langsung sama bosnya.

Padahal kita tahu, sebagai owner kita juga punya pekerjaan lain dan tanggung jawab yang lebih besar. Bukannya sok sibuk atau sok penting. Tapi memang begitulah kenyataannya, ada pembagian tugas. Nah pelanggan yang model begini nih yang bikin kita ngga bisa growth. Di saat kita harus melakukan tugas yang sangat penting dan perlu terobosan, malah diminta melayani hal-hal yang rutin dan bisa dikerjakan orang lain. Sangat tidak scalable.

Untuk melayani kebutuhan pelanggan, makanya kita merekrut SDM khusus untuk itu. Mendelegasikan pekerjaan tersebut kepada mereka. Membuat tutorial, dokumentasi, knowledge base, supaya siapapun bisa mengakses dan membaca petunjuknya.

Menggunakan Platform Open Source

Salah satu kelebihan menggunakan platform open source adalah tersedianya library, komponen, API, bahkan aplikasi yang bisa kita reuse, kita improve dan kita berikan kontribusi. Tanpa harus memikirkan biaya lisensi yang sangat mahal.

Hal ini sangat penting bagi perusahaan kecil dengan keterbatasan modal seperti kami. Dengan menggunakan platform open source mulai dari Operating System (Linux, FreeBSD), programming language (PHP, Python, Ruby, Node.js), kami jadi lebih gesit dalam membuat aplikasi.

Sangat berbeda dengan sebelumnya ketika kami menggunakan Windows sebagai operating system, dan Delphi. Lisensinya mahal, harga komponennya mahal, jumlah developernya sedikit, dan tidak cocok dengan kebutuhan saat ini.

Sedikit demi sedikit, saya porting aplikasi dan komponen yang ada menjadi komponen open source yang dibuat menggunakan PHP, Python, Ruby dan Nodejs.

Demikianlah yang bisa saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat.