Category Archives: General

Nabung Orang

Tahun 2009, saya begitu tergila-gila dengan sistem. Saya percaya, dengan sistem yang baik dan benar, maka perusahaan saya dapat tumbuh besar. Oleh karena itu semua tindakan saya muncul dari semangat melakukan perubahan sistem dan perbaikan sistem.

Landasannya jelas. Singapura menjadi negara maju karena dia punya sistem yang baik. Beberapa BUMN besar di negeri ini juga bisa bangkit dan maju karena melakukan perbaikan sistem. Yang membedakan perusahaan maju dengan perusahaan tradisional juga SISTEM.

Jadi kalau kita melakukan perbaikan sistem, maka perusahaan kita juga makin baik. Betul?

Yak! Salah!

Saya mulai bekerja dengan merapikan keuangan. Pelajaran akuntansi yang menjadi pelajaran menyebalkan waktu SMA, saya telan juga. DEMI PERBAIKAN SISTEM! Dibantu mentor yang handal dan senior, jadilah laporan keuangan saya dalam waktu 2 minggu.

Kemudian saya juga membuat S.O.P untuk semua bagian. Karena setelah dipelajari, banyak potensi kebocoran yang ditimbulkan akibat tidak adanya S.O.P. Oleh sebab itu saya membuat S.O.P untuk bagian-bagian yang vital.

Tahun berikutnya saya mempelajari bagaimana membuat metrics dan KPI (Key Performance Indicator). Bayangkan, perusahaan masih kecil tapi sudah punya KPI. Menurut saya waktu itu, keren banget. Hampir semua bagian dibuatkan metricsnya dan dibuatkan KPI-nya. Sampai software development saya buatkan KPI-nya (baca: lebay)

Landasannya jelas. Apa yang tidak bisa kita ukur, tidak bisa kita kelola atau perbaiki. Begitulah kata para pakar manajemen.

Struktur gaji pun disesuaikan. Tadinya belum mengikuti aturan, disesuaikan mengikuti aturan. Ada struktur gaji menggunakan prinsip 3P: Pay for Person, Pay for Position, Pay for Performance. Saya juga sempat belajar dan bikin Salary Structure dengan model Hay. Keren banget lah pokonya (baca: belagu)

Intinya, melakukan perbaikan sistem supaya perusahaan ini bisa maju.

Tapi apa yang terjadi hasilnya bertolak belakang. Revenue terus menurun tanpa bisa dikendalikan. Program promosi dan penjualan yang disarankan oleh business coach dari firma coaching ternama tidak membantu. Karyawan tidak menjalankan S.O.P dan tidak menunjukkan kinerja yang diharapkan. Padahal gaji sudah naik dan menurut standar kota Bandung waktu itu, gaji kami termasuk tinggi.

Banyak sasaran perusahaan tidak tercapai. Karyawan tidak happy. Apalagi saya. Akhirnya, tingkat stress dalam pekerjaan makin tinggi. Waktu itu hampir tiap hari saya sakit kepala dan minum obat pereda rasa sakit. Tadinya migrain sebelah kiri, besoknya migrain sebelah kanan, besoknya lagi migrain sebelah belakang. Pundak pun sering nyeri. Seluruh tubuh saya protes.

Apa yang salah?

Suatu hari satu-persatu karyawan saya mengundurkan diri. Saya tidak bisa mencegahnya. Di satu sisi, saya membutuhkan bantuan. Di sisi yang lain, kami juga sedang kesulitan keuangan untuk membayarnya. Akhirnya saya lepaskan.

Lalu saya mulai merekrut orang-orang baru namun jumlahnya lebih sedikit karena mempertimbangkan kemampuan keuangan. Ada yang bertahan 3 bulan masa percobaan, ada yang tidak lolos. Karena posisi yang dibuka lebih sedikit, otomatis saya lebih hati-hati dalam memilih.

Mulai terasa dampaknya. Stress akibat pekerjaan mulai berkurang satu persatu. Sudah jarang sakit kepala.

Pola rekrutmen pun akhirnya saya ubah total. Tidak lagi mengikuti apa yang diajarkan oleh para konsultan HR di training-training berbiaya mahal di hotel berbintang. Saya merancang proses rekrutmen itu sendiri. Saya tidak mengatakan apa yang diajarkan itu salah. Hanya saja, saya menyadari pola yang diajarkan tidak relevan lagi dengan problem yang kita hadapi saat ini.

Proses rekrutmen ini cukup berhasil untuk mendapatkan orang-orang yang saya butuhkan. Orang yang jujur, kompeten, bisa diandalkan. Satu persoalan yang tidak bisa dipecahkan dengan pola rekrutmen lama ala pabrik dan perusahaan asing.

Di sinilah saya menyadari letak kesalahan dan kegoblokan saya selama ini. Saya hanya fokus memperbaiki sistem, tapi tidak punya orang yang tepat. Sementara mereka yang berhasil membuat perusahaannya maju ternyata polanya sama, dimulai dengan merekrut orang-orang yang tepat.

Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya, Fiqh Prioritas, ternyata sudah menulis bahwa Perbaiki Diri sebelum perbaiki sistem. Anda bisa membacanya di sini. http://media.isnet.org/kmi/islam/Qardhawi/Prioritas/PerbaikiDiri.html

Kita tidak bisa memperbaiki sistem kalau orang-orangnya tidak bisa diperbaiki. Sebab sistem dijalankan oleh orang, tidak bisa jalan sendiri. Simpel, lugas dan masuk akal.

Bagaimana bisa menjalankan S.O.P, kalau orang-orangnya tidak jujur? Yang ada malah diakali. Bagaimana program-program kerja bisa tercapai sasarannya, kalau orang-orangnya munafik, conflict of interest dan punya obyekan sendiri? Bagaimana kita bisa mewujudkan service excellence kalau orang-orangnya ngga kompeten?

Ngimpi! ­čśÇ

Lupakan saja ajakan orang tentang bisnis yang bisa autopilot. Kalau mau, Sergey Brin dan Larry Page sudah meninggalkan Google dan menikmati passive income dari perusahaannya. Kalau mau, Bill Gates sudah meninggalkan Microsoft tahun 80-an dan menikmati passive income. Nyatanya tidak.

Dalam bukunya, EXECUTION, Larry Cassidy & Ram Charan juga menyorot bahwa strategi tidak pernah salah. Eksekusilah yang salah kalau perusahaan gagal mencapai sasaran. Eksekusi ini ya orang, bukan siapa-siapa. Pantesan banyak strategi kami ngga bisa jalan. Gimana bisa jalan kalau orang-orangnya susah diatur?

Ternyata apa yang kita pelajari dari lembaga tranining yang mahal dan kantornya di gedung yang mewah itu belum tentu benar, belum tentu relevan. Bahkan kemungkinan besar, problem yang kita hadapi jauh lebih kompleks dari pada yang diajarkan. Mulai saat itu saya mulai evaluasi kembali apa yang selama ini saya pelajari. Pemikiran dan metode yang sudah usang, saya buang. Pemikiran baru yang penuh terobosan dan relevan, saya ambil. Tidak peduli itu diakui.

If it works, it works!

Mulai saat itu, tepatnya tahun lalu, saya mulai dengan merekrut orang-orang yang tepat. Jika dia jujur, kompeten, punya kepakaran yang dibutuhkan, loyal, bisa diandalkan, maka saya rekrut. Walaupun kerjaanya belum ada.

Istilah saya, nabung orang. Yang penting kami punya orang yang tepat dulu. Kalau sudah punya orang yang tepat, mau pakai strategi A, B, C, D, E, bisa kita jalankan. Apapun kondisinya. Kalau dulu kan terbalik. Saya nabung uang supaya strategi bisa jalan. Akhirnya ujung-ujungnya duit, budget dan biaya. Yang pada kenyataannya, uang tidak mengatasi masalah. Orang yang mengatasi masalah, bukan uang.

Dengan orang yang jujur, saya merasa nyaman untuk berbagi visi dan values yang saya simpan selama ini. Dengan orang yang bisa diandalkan, saya merasa percaya diri problem bagaimanapun sulitnya bisa kita atasi. Dengan orang yang kompeten, saya merasa optimis, kami bisa sampai di tujuan dengan selamat. Dengan orang yang loyal, saya merasa tenang untuk memberikan amanah.

Hal-hal seperti itu tidak saya dapatkan sebelumnya. Yang ada adalah khawatir, was-was, kecewa, marah, stress, sakit kepala, sakit pundak, sakit badan.

Oleh sebab itu Saya bersyukur sempat menyadari kesalahan itu. Saya bersyukur, masih ada kesempatan luas untuk melakukan perbaikan. Saya ingin orang lain juga mendapatkan pencerahan yang sama. Jangan sampai mengulang kegoblokan yang pernah saya lakukan.

Sekarang kamu catat ini baik-baik:

Man behind the gun is more important than the gun itself

Paham?!

Semoga bermanfaat. Selamat bekerja, dan jangan lupa bersenang-senanggg…

Tiga Pilihan untuk Inovator Indonesia

Bagi kita yang bergerak di bidang teknologi, pasti dekat dengan inovasi. Setiap waktu ada terobosan baru atau perbaikan baru. Bisa dalam bentuk perbaikan proses, peningkatan produktifitas tapi yang jelas inovasi tersebut MENGATASI MASALAH.

Saya melihat di negeri kita ini seorang inovator punya 3 posisi pada saat harus berhadapan dengan situasi di negeri ini.

  1. Problem Solver/Mengatasi Masalah
  2. Pro-Penguasa
  3. Halal/Berkah

Tapi kita hanya bisa ambil 2 dari 3. Maka pilihan yang tersedia ada 3:

1. Problem Solver & Pro-Penguasa, tapi tidak Halal & Berkah

Pilihan ini sering diambil oleh pengusaha yang cari proyek. Yang penting duit masuk. Punya produk, punya modal, punya power. Tidak peduli itu harus nyogok anggota dewan, nyogok bupati/kepala daerah, suap kepala dinas, merampok/markup anggaran, kongkalikong dengan panitia lelang, beli Undang-Undang, beli Perda, dan lain sebagainya. Tidak peduli uang masuk dari bisnis riba, cuci uang haram, dan lain sebagainya.

2. Pro-Penguasa & Halal/Berkah tapi tidak mengatasi masalah, bukan Problem Solver

Pilihan ini diambil oleh banyak orang. Yang penting aman. Walaupun produk atau karya yang dihasilkan biasa-biasa saja, tidak mengatasi masalah yang ada di masyarakat.

3. Problem Solver & Halal, tapi tidak Pro-Penguasa

Ini pilihan sulit. Produknya atau karyanya inovatif, penuh terobosan, dapat mengatasi masalah, uangnya halal tapi dibenci penguasa. Dalam arti yang lain, dibenci penguasa adalah dikriminalisasi, dikejar-kejar penegak hukum bayaran, melanggar regulasi (juga bayaran), atau melanggar Undang-Undang (bayaran). Jika tidak sampai dikriminalisasi, biasanya digencet dengan aturan yang aneh-aneh.

Ini bisa kita lihat pada waktu pertama kali VOIP muncul akhir tahun 1990an. Lalu penggunaan frekuensi 2,4Ghz untuk internet. Dan sekarang mobil listrik. Dalam situasi di mana UU bisa dibeli, regulasi bisa dibeli, polisi bisa dibayar, penegak hukumnya budak uang, integritas dijual murah, mau tidak mau Anda terpaksa menjadi ‘outlaw’, seorang pelanggar hukum.

Nah, Anda ada di posisi yang mana?

Bangsa yang tidak terbiasa TERTIB

Ada satu customer saya yang tidak terbiasa tertib, dia mengalami kerusakan data pada databasenya akibat shutdown yang tidak benar atau mati listrik. Kejadian ini berulang-ulang hampir tiap 2 minggu sekali. Padahal tinggal pasang UPS dan jalankan prosedur maintenance yang benar.

Ada satu customer saya yang lain, dia sering mengalami fraud internal yang dilakukan anak buahnya. Modusnya pun sama. Dan kejadian ini berulang, tidak hanya satu kali. Padahal tinggal buat prosedur untuk proses penerimaan uang, penambahan saldo dan laporan. Kalau orangnya ngga mau jalankan, ya ganti orang.

Satu customer saya yang lain sering melakukan salah transfer (salah jumlah, salah berita) sehingga invoicenya tidak terproses secara otomatis. Transfernya pun dilakukan di hari libur atau tengah malam, di mana pada waktu tersebut, kita belum bisa mengecek dana yang masuk ke rekening. Padahal tinggal buat jadwal kapan harus transfer pembayaran.

Ketika saya sedang mengendarai sepeda motor saya berpikir, mengapa pengendara sepeda motor (termasuk saya) suka ugal-ugalan. Perilaku ugal-ugalan ini bukan hanya ditunjukkan oleh laki-laki, tapi juga ibu-ibu. Padahal rambu-rambu lalu-lintas banyak, polisi juga ada, tapi hampir semua marka jalan dan rambu lalu-lintas itu dilanggar. Jangankan dalam pandangan pengendara mobil, sesama pengendara motor saja sebal melihatnya ­čśÇ

Dalam kesempatan lain, ketika saya sedang mengantri tiket commuter line, tiba-tiba seseorang menyerobot langsung ke depan loket tanpa mengantri. Dan herannya sama kasirnya pun dilayani. Kalau begitu buat apa saya mengantri, kalau bisa menyerobot? Mengapa orang-orang ini tidak mau mengantri? Bukankah nanti naik keretanya bareng?

Dalam kasus lainnya, saya mulai mentertibkan proses bisnis di kantor dengan membuat S.O.P (Standard Operation Procedure). Tujuannya jelas, memastikan proses berjalan dengan benar dan tepat sasaran. Bermodal pengetahuan dari trainer, saya bikin S.O.P yang simpel, dan urutan langkahnya paling banyak 7 langkah. Supaya semua orang bisa mengikuti. Ada prosedur untuk penerimaan uang, prosedur pengajuan dana, prosedur maintenance, troubleshooting, software development dan lain sebagainya.

Ternyata walaupun sudah dibikin mudah, tidak semua orang mau mengikuti. Hanya sebagian kecil saja dan lucunya, justru karyawan baru yang mau mengikuti. Karyawan lama cenderung menolak.

Nah di sinilah saya sampai pada pemikiran bahwa kebanyakan orang itu tidak terbiasa tertib, tidak mau mengikuti sebuah sistem, tidak terbiasa menghormati aturan. Akibatnya jelas, banyak kekacauan, kebocoran, penggelapan, korupsi, dan masalah-masalah sosial lainnya. Masalah ini berulang, menular, menyebar, dan meluas dampaknya.

Padahal dalam pelajaran sholat wajib 5 waktu saja, ada rukun sholat. Dan yang paling menarik dari setiap rukun itu adalah rukun terakhir yaitu TERTIB. Tertib yang dimaksud adalah sesuai urutan, tidak boleh sujud dulu baru ruku. Dan tertib yang lainnya adalah mengikuti aturan. Harus menghadap kiblat, bukan menghadap kebun misalnya. Kalau tidak tertib, jelas tidak sah sholatnya dan harus diulangi.

Bagaimana dengan aktifitas sehari-hari? Mengapa orang tidak mau tertib? Bukankah aktifitas sehari-hari juga termasuk ibadah atau kesempatan melakukan pekerjaan sebaik-baiknya?

Mari bandingkan dengan bangsa lain yang sudah bisa membuat mesin, mobil, pesawat terbang, roket, pesawat ulang-alik, robot dan penemuan-penemuan lainnya. Lihatlah bagaimana kemampuan mereka untuk tertib, mengikuti sebuah sistem, disiplin menjalankannya telah membuat bangsa mereka naik kelas beberapa derajat lebih tinggi.

Di sinilah saya menemukan bahwa negara kita ini terlalu banyak menghambur-hamburkan dana untuk membuat peraturan, undang-undang, prosedur, sistem, namun lupa membangun dan memperbaiki manusianya. Padahal inti masalahnya itu ada di manusia yang tidak mau mengikuti aturan, tidak terbiasa tertib, tidak mau menjalankan sebuah sistem.

Semoga saya termasuk orang yang tertib. Amiiin….

 

Bersyukur untuk hal-hal yang tidak bisa dipilih

Minggu-minggu ini saya telah sampai pada pemikiran, setiap hal yang tidak bisa saya pilih itu harus disyukuri. Kita lahir ke dunia ini bukan keinginan kita sendiri, apakah ada yang minta dilahirkan?

Kita tidak bisa memilih lahir sebagai laki-laki atau perempuan. Lahirnya dari suku bangsa apa, dari orang tua yang mana, di mana, tanggal berapa, jam berapa.

Kita tidak bisa memilih apakah kita lahir dengan tubuh yang sempurna atau cacat, mata yang sipit atau besar, kulit yang putih atau hitam. Otak yang cerdas atau kurang cerdas.

Bahkan kita tidak bisa memilih jantung kita harus berhenti atau tidak. Darah kita mengalir atau tidak. Ginjal kita berfungsi atau tidak.

Namun, coba lihat betapa beruntungnya keadaan kita sekarang. Kita lahir dengan tubuh yang baik, sempurna, sehat tidak kurang apapun. Kita lahir sebagai bangsa yang merdeka dan damai. Bayangkan bagaimana menderitanya jika lahir sebagai bangsa yang diperbudak/dijajah atau sedang berperang.

Kita lahir dengan jantung yang bekerja terus menerus tanpa diperintah. Ginjal, hati, pankreas, lambung, usus yang bekerja tanpa diperintah. Bayangkan betapa repotnya kalau seluruh organ tersebut hanya bekerja jika diperintah oleh otak?

Kita lahir dari orang tua yang menginginkan dan menanti-nanti kita sejak dalam kandungan. Bayangkan betapa malangnya bayi-bayi yang dibuang oleh bapak-ibu yang tidak menginginkannya.

Di sini kita baru sadar bahwa apa yang tidak bisa kita pilih itu, ternyata diberikan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Tidak ada kata yang pantas diucapkan selain Alhamdulilah.

Lalu bagaimana dengan hal-hal yang bisa kita pilih? Apakah kita bisa memilih teman yang baik? Apakah kita bisa memilih keputusan yang baik? Apakah kita bisa memilih sekolah yang baik? Apakah kita bisa memilih pasangan yang baik?

Belum tentu, bukan?

Apakah keputusan kita itu bisa lebih berkualitas dari pada yang tidak bisa kita pilih?

Saya akui, saya sendiri sering membuat keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan yang buruk. Salah pilih teman, salah pilih rekanan, salah rekrut orang, salah pilih barang, banyak sekali kesalahan yang tidak bisa dihitung.

Dan memang begitulah manusia. Sebagus apapun keputusannya, ada saja masalahnya, ada saja celanya, ada saja kekurangannya, ada saja keburukannya.

Oleh sebab itu, mari kita bersyukur atas apa-apa yang tidak bisa kita pilih namun diberikan dengan kondisi sangat baik. Dan kalau begitu, sebaiknya kita kembalikan apa yang sudah kita putuskan kepada Allah semata. Jika keputusan kita baik, mohon dimudahkan. Jika keputusan kita salah, mohon digagalkan dan dimaafkan.

Backend Sistem Pembayaran

Kami di Sandiloka sedang membangun sebuah backend sistem pembayaran. Backend ini menyediakan akses ke biller-biller seperti PLN, Telkom, PDAM, Multi-Finance, dan juga Pulsa. Prinsipnya mirip dengan cara kerja switching pembayaran, yaitu payment processing.

Project ini baru dimulai Januari 2015, dan menurut rencana sudah dapat diuji coba pada bulan April 2015.

Beberapa keunggulan yang kami bangun di backend ini antara lain:

1. Developer Friendly

Seringkali developer kesulitan melakukan integrasi dengan backend atau switching tradisional karena masalah di protokol, format messaging, security dan permasalahan teknis lainnya yang cukup kompleks.

Dengan REST API, proses integrasi menjadi lebih mudah karena dapat dengan mudah diintegrasikan dengan aplikasi desktop, web maupun mobile apps (Android, IOS). Backend ini memang didesain agar developer friendly. Cukup dengan memahami protokol HTTP sebagai transport, dan format JSON sebagai messaging. Jika dibutuhkan, kami juga dapat memberikan format XML & ISO8583 sebagai kompatibilitas.

2. Kapasitas

Backend ini dirancang agar dapat memproses transaksi dalam jumlah besar. Kira-kira 1 juta transaksi per-hari di akhir tahun 2015. Kapasitas ini kami rancang agar mudah dikembangkan terus menerus supaya dapat mencapai 20 juta transaksi per hari di akhir tahun 2020.

3. USSD

Selain menerima transaksi dari aplikasi desktop, web atau mobile, kami juga rancang agar backend ini dapat menerima request transaksi dari USSD. Dengan demikian, operator telco (GSM & CDMA) juga dapat menggunakan backend ini. Fitur USSD dapat digunakan baik oleh feature phone 2G maupun smartphone, sehingga aksesnya lebih luas dari pada aplikasi mobile.

4. Internet Banking Integrated

Saat ini kami baru terintegrasi dengan SCM Bank Mandiri/Clickpay dan Veritrans. Kami sedang dalam proses integrasi dengan bank-bank lainnya seperti BRI dan BCA sebagai penyimpanan dana deposit. Dengan integrasi ini, semua transaksi deposit diproses secara otomatis.

5. Full Automation

Hampir semua proses dilakukan secara otomatis mulai dari deposit sampai dengan rekonsiliasi.

Kerjasama

Kami membuka peluang kerja sama dengan Anda yang bergerak sebagai:

  1. Billers.
  2. Payment Gateway.
  3. Card Acquirer.
  4. System Integrator.
  5. Software Developer.
  6. Mobile/Web Developer.
  7. Hardware/Device Manufacturer.
  8. Server Pulsa/Dealer Pulsa.
  9. Loket PPOB.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di 022-87788305 atau email ke irs[at]sandiloka.com

Regulasi Basa Basi

Tidak ada yang namanya kompetisi.
Semua sudah diatur pake komisi.
Regulasi itu cuma basa-basi.
Makin abu-abu makin seksi.

Pasar bebas tak lebih dari imajinasi.
Mimpi basah kaum birokrasi dan akademisi.
yang mau saja dibodohi sama praktisi.

Catatan 25 Maret 2015

Cara Menggagalkan Rapat Sebelum Dimulai

Untuk menggagalkan rapat, tidak perlu mengirim mata-mata, mengerahkan preman atau mensabotase ruangan rapat. Banyak cara lain yang lebih mematikan dan lebih murah.

Saya memperoleh teknik-teknik atau Cara Menggagalkan Rapat Sebelum Dimulai ini waktu masih menjadi mahasiswa. Saya pernah membeli sebuah buku tua yang berjudul Ilmu Administrasi seharga kurang dari Rp 5.000, yang menjelaskan teknik-teknik ini. Sayangnya buku tersebut sudah hilang entah kemana, mungkin dipinjam teman dan tidak pernah kembali.

Berikut saya share Cara Menggagalkan Rapat Sebelum Dimulai.

1. Jadwal yang Mendadak

Rapat yang paling mudah gagal adalah rapat yang mendadak, sebab peserta rapat biasanya tidak punya persiapan. Paling hanya satu-dua orang saja yang siap. Dengan demikian, rapat akan diisi oleh orang-orang yang tidak siap mengambil keputusan, serba ragu, dan akhirnya tidak mengambil komitmen menjalankan hasil rapatnya.

Agendakan rapat secara mendadak sehingga orang tidak siap, besar kemungkinan rapat Anda gagal tidak memperoleh apa-apa.

2. Terlambat

Rapat yang baik selalu dimulai tepat waktu. Jika menurut agenda dimulai jam 9 pagi, maka mulailah jam 9 pagi. Bukan jam 2 siang, itu kebangetan tololnya! Jika ada peserta yang terlambat, jangan korbankan orang yang sudah datang tepat waktu atau lebih awal.

Sayangnya di Indonesia ini, orang senang datang terlambat. Dan yang tololnya lagi, rapatnya yang diundur untuk menunggu para pecundang yang terlambat itu. Dan orang-orang yang datang lebih awal atau tepat waktu dipaksa menunggu para pecundang.

Karena rapat dimulai terlambat, akhirnya waktu pembahasan jadi makin sempit. Tidak cukup lagi untuk membahas 1 atau 2 agenda. Apalagi jika lokasi rapat menyewa hotel atau ballroom. Sudah jelas rugi uang dan tentu saja waktu.

3. Tujuan dan Agenda Tidak Jelas

Tujuan rapat harus jelas, apakah itu mau membuat kesepakatan, membuat keputusan, mengevaluasi sebuah kegiatan atau pekerjaan atau mengumpulkan fakta-fakta. Agenda dibuat berdasarkan tujuan tersebut. Agenda tersebut disusun dalam bentuk rundown.

Jika tujuan tidak jelas, maka agenda rapat juga tidak jelas. Tidak ada rundown, tidak ada kerangka apa yang mau dibahas. Sehingga jalannya rapat menjadi ngalor-ngidul, bergosip, curhat, bergunjing, bercanda, bahkan bisa jadi maksiat.

Buat tujuan dan agenda yang tidak jelas, pasti rapat Anda akan menghabiskan dana saja tanpa hasil yang bermanfaat.

4. Agenda/Pembahasan Terlalu Banyak

Agenda pembahasan dalam rapat idealnya hanya 1 saja, tidak ada agenda lain. Kalau memang rapatnya besar dan waktunya panjang, maksimal 3 agenda saja. Lebih dari itu, namanya kebanyakan agenda. Agenda rapat yang terlalu banyak tiap pertemuan hanya menghabiskan energi peserta rapat dan biasanya pembahasannya menjadi kurang optimal.

Rapat seperti ini biasanya disebabkan oleh penyebab nomor 1, sehingga semua orang ingin membahas agendanya masing-masing. Tidak ada prioritas, mana yang paling penting untuk dibahas dan mana yang tidak penting. Buatlah agenda rapat sebanyak-banyaknya sehingga energi habis, uang habis, waktu habis dan hasilnya sampah.

Sampah yang saya maksud adalah, rapat yang hasilnya adalah menentukan jadwal rapat berikutnya. By accident,┬áSaya sering sekali ikut rapat yang seperti ini, akhirnya dimanfaatkan saja untuk hiburan. Jika memungkinkan, lebih baik saya tidak datang┬á­čśÇ

5. Peserta Tidak Dibatasi

Salah satu rukun rapat adalah peserta rapat dan pimpinan rapat. Jika peserta tidak ada, maka tidak perlu rapat. Nah, bagaimana jika peserta rapat tidak dibatasi sehingga semua orang bisa masuk dan jadi peserta rapat? Hasilnya adalah batalnya rapat.

Peserta perlu dibatasi supaya hanya orang yang berkepentingan saja yang menghadiri rapat. Karena peserta juga nantinya harus bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rapat, maka peserta juga harus memiliki wewenang, kapabilitas dan kompetensi.

Sayangnya biasanya peserta rapat membawa pula anak buahnya, atau konsultannya, atau orang lain yang tidak memahami persoalan yang dibahas sehingga rapat dipenuhi oleh persoalan dan pertanyaan-pertanyaan awam yang harusnya tidak perlu ada.

Kalau perlu bawalah tukang pukul, atau sekretaris Anda yang sexy ke dalam rapat. Dan biarkan hukum alam bekerja ­čśÇ

6. Badut-badut mendominasi pembahasan

Rapat juga bisa gagal karena pembahasan didominasi oleh orang-orang tolol yang tidak pada tempatnya, saya menyebutnya badut-badut. ┬áKalau Gus Dur menyebut wakil rakyat seperti anak TK, itu masih halus sekali.┬áBadut-badut ini belum tentu orang bodoh, bisa juga orang yang “terlalu pintar” alias keminter. Jika mereka sudah mendominasi pembahasan, dalam waktu yang tidak lama lagi rapat akan menjadi arena interupsi.

Badut-badut menginterupsi badut lainnya. Orang tolol menginterupsi orang tolol lainnya. Akhirnya isi rapat lebih banyak interupsi dari pada keputusannya. Kalaupun ada keputusan, biasanya tidak akan dijalankan. Sebab pelaksananya kan badut?

Badut tolol yang keminter ini senang mendominasi, biarkan dia bekerja. Pasti hasil rapatnya sampah.

7. Tidak ada Kebutuhan

Apa yang bisa dilakukan lewat instruksi, jangan dilakukan lewat rapat. Apa yang bisa dilakukan lewat briefing singkat, jangan dilakukan lewat rapat. Adakan rapat kalau memang dibutuhkan.

Kalau sedikit-sedikit rapat, dan semua orang harus hadir, kapan mereka kerja melaksanakan hasil rapatnya? Meetings only, No results. Buat apa?

Banyak penyebab rapat yang mubazir seperti itu, tapi akan saya bahas di tulisan yang lain.

Penutup

Demikian yang bisa saya bagikan mengenai Cara Menggagalkan Rapat Sebelum Dimulai. Saya sendiri beberapa kali terjebak dalam situasi rapat seperti itu. Itulah rapat para pecundang.

Jika syaitan gagal menggoda orang beriman, Ia akan menggunakan jurus paling ampuhnya yaitu distraction/pengalihan perhatian.

Semoga bermanfaat. Semoga dengan adanya tulisan ini, kita tidak lagi jadi pecundang rapat ­čśÇ

 

Doa untuk Awal Yang Baru

Ya Allah

Terima kasih untuk 10 tahun yang luar biasa.
Terima kasih untuk kesempatan yang begitu luas.
Terima kasih untuk pekerjaan yang menyenangkan.
Terima kasih untuk rezeki yang cukup dan berlimpah.
Terima kasih untuk kesehatan yang baik.

Walaupun demikian, aku sadar dosaku banyak.

Mohon ampun untuk waktu yang terbuang percuma.
Mohon ampun untuk kesempatan yang disia-siakan.
Mohon ampun untuk kelalaian dan kesalahan yang terulang.
Mohon ampun untuk rezeki yang terbuang percuma.
Mohon ampun untuk kekikiran dan kebodohan.

Oh, Tuhanku

Tahun ini aku akan memulai awal yang baru.
Kami akan membuat produk yang baru dan usaha yang baru.
Kami akan bekerja keras lebih baik, lebih sungguh-sungguh tanpa mengeluh.
Kalau kami sampai mengeluh, mohon ditegur dan ampunilah kami.

Mohon diberikan kesempatan yang luas supaya kami bisa lebih tumbuh pesat.
Mohon diberikan hati yang lapang dan pikiran yang tenang agar kami lebih sabar.
Mohon diberikan ilmu dan pemahaman yang benar supaya kami lebih bijaksana.
Mohon diberikan orang-orang jujur dan terbaik supaya kami lebih dapat diandalkan.
Mohon diberikan rezeki yang berkah, melimpah dan mengalir terus menerus.
Mohon diberikan mitra yang baik dan pelanggan yang loyal.

Oh, Tuhanku

Kali ini kami ingin menempuh resiko yang lebih berat sebab kami yakin,

Jika kami jatuh, Engkau selalu memberikan pertolongan.
Jika kami gagal, Engkau selalu memberikan kekuatan untuk bangkit memperbaiki keadaan.
Jika kami buntu, Engkau selalu memberikan jalan keluar.
Jika kami salah, Engkau selalu memberikan peringatan dan ampunan.
Jika kami dihina, Engkau selalu meninggikan derajat kami.
Jika kami merugi, Engkau selalu memberikan keuntungan yang lebih besar.
Jika kami frustasi, Engkau selalu memberikan kasih sayang.

Resiko tersebut tidak apa-apa, yang penting Engkau jangan membenci kami, yang penting Engkau jangan melaknat kami.

Oh Tuhanku,

Aku berlindung kepada Mu dari pekerjaan yang sia-sia.
Aku berlindung kepada Mu dari kebodohan kami sendiri.
Aku berlindung kepada Mu dari kesombongan kami sendiri.
Aku berlindung kepada Mu dari penghasilan yang tidak halal.
Aku berlindung kepada Mu dari orang-orang munafik.

Mohon dikabulkan, amiiiin.

Saatnya Untuk Awal Yang Baru

Tidak terasa sudah 10 tahun lamanya saya mengembangkan produk software Voucha. Saya masih ingat betul waktu itu Januari 2005 saya mulai mengerjakan fitur-fitur software ini sendirian, satu demi satu. Kami hanya menggunakan komputer bekas Pentium III 1GHz dengan ram 256MB, menggunakan Operating System Windows 2000 Profesional seharga kurang dari Rp 1 juta.

Saya sangat bersyukur, walaupun waktu itu situasinya serba terbatas namun pada kenyataannya keterbatasan itu tidak menghalangi kami dalam berkarya. Saya juga bersyukur dalam perjalanannya saya bisa bertemu dan bekerja sama dengan banyak orang baik yang menjadi sahabat dan rekan bisnis saya sampai hari ini. Saya juga bersyukur banyak ilmu dan pengalaman yang kami peroleh dalam menjalankan usaha ini. Saya juga bersyukur, kualitas hidup kami jauh lebih baik dari pada 10 tahun yang lalu.

Saya bersyukur dan juga takjub kami bisa bertahan selama 10 tahun lamanya di produk dan bisnis yang sama. Sungguh sebetulnya itu sebuah keberuntungan yang amat besar, bukan karena kami hebat. Melihat bahwa teman-teman kami tidak seberuntung ini. Melihat bahwa sebetulnya saya sendiri masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki dan sebetulnya bisa lebih baik lagi. Kurang ilmu, kurang disiplin, kurang cepat belajar, dan lain sebagainya.

Kini tibalah saatnya saya memantapkan diri memulai awal yang baru. Selain Sandiloka, saya juga telah memulai usaha pembuatan Flashdisk Custom untuk Merchandise, USBCRAFT pada Januari 2013. Di akhir tahun kemarin saya juga sudah merintis WHMAUTO, yang menyediakan modul-modul provisioning, payment gateway dan plugins untuk WHMCS.

Sandiloka sendiri masih mengembangkan Voucha. Bahkan dengan tim yang baru, kami dapat melayani Software Development, Network Infrastructure dan satu bidang yang saya belum bisa sebutkan di posting ini. Dengan kapabilitas seperti itu, Sandiloka dapat melayani klien-klien baru seperti instansi pemerintah dan swasta yang skala proyeknya besar.

Besar harapan saya kepada Allah agar kami semua dimampukan untuk mencapai sasaran yang diinginkan, diberikan pemahaman yang baik dan sempurna, diberikan kelapangan dan kesabaran, dianugerahi taufik dan hidayah dalam mencapainya, dan diberikan orang-orang yang terbaik untuk mengerjakannya.

Nah bagi Anda yang membutuhkan layanan kami tersebut, monggo segera hubungi kami. ­čśÇ

 

Update Otomatis

Pada bulan September 2008, Google memperkenalkan Google Chrome sebuah web browser revolusioner berbasis Webkit. Desain aplikasinya yang multi-process, Javascript Engine V8 dan rendering engine Webkit menjadikannya browser yang superior dibandingkan Mozilla Firefox dan Internet Explorer.

Namun seperti software pada umumnya, ribuan bug telah dilaporkan. Sebagian besar adalah crash report. Ya, tidak ada kekuatan satu pun di dunia ini yang menjamin bahwa aplikasi Anda benar-benar 100% bersih dari bug. Kini Google Chrome menghadapi masalah klasik yang dialami software lainnya, yaitu update.

Pada bulan Januari 2009, Google Chrome memperkenalkan fitur Automatic Update. Chrome akan memeriksa update terbaru tiap 5 jam. Jika ada update, Chrome akan mendownload update terbaru tersebut kemudian mengeksekusi update terbaru tersebut tanpa campur tangan user. Cara seperti ini banyak dikritik oleh pengguna Chrome, terutama para programmer dan software developer senior sebagai cara yang tidak sopan. Namun Google tetap melanjutkan fitur update otomatis ini.

Fitur ini dibuat menggunakan sebuah komponen bernama Omaha, yaitu komponen untuk melakukan update otomatis untuk semua produk Google di Windows. Omaha, seperti halnya Chrome juga tersedia dalam lisensi opensource.

Beberapa tahun berlalu, hasilnya Google Chrome menjadi web browser paling stabil saat ini. Dalam tempo 21 hari, semua pengguna telah menggunakan update Chrome versi terbaru. Ini penting sekali bagi software developer, mungkin anda pernah mengalami problem seperti ini:

1. Laporan Bug Berulang

Sebuah bug yang dilaporkan telah berhasil kita perbaiki dan kita rilis updatenya. Namun bulan depan, bug tersebut kembali dilaporkan oleh user yang sama, atau bisa juga oleh user yang berbeda. Kita sebagai developer melakukan pemeriksaan mengapa bug yang sudah kita solve tersebut masih muncul. Ternyata penyebabnya adalah mereka, para user masih menggunakan versi lama. Pantas saja muncul lagi.

Bayangkan jika ada ratusan yang seperti itu, bahkan ribuan. Bug fixing menjadi pekerjaan yang menyebalkan dan sulit dikelola.

2. Downgrade

Hampir mirip dengan sebelumnya. User telah melakukan update ke versi terbaru. Problem lama berhasil kita atasi dan berjalan baik. Namun, ditemukan bug baru yang berbeda. Walaupun sifatnya minor (tidak begitu penting), user akhirnya memutuskan untuk balik ke versi lama. Akhirnya problem atau bug di versi lama, terjadi lagi.

3. Support & Testing

Pada umumnya Technical Support bukan orang yang mengerti programming. Ketika sebuah bug ditemukan di versi terbaru, Technical Support biasanya tidak mau repot atau tidak mau mengeluarkan effort untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dengan spontan akan menyarankan agar user balik ke versi lama saja. Dan ketika ada versi terbaru dirilis, support terbiasa menyarankan agar user jangan update dulu.

Ini menyulitkan proses pengembangan, di mana kita memerlukan feedback untuk melakukan perbaikan. Sampai hari ini Technical Support kami masih saja menangani problem-problem yang berulang disebabkan user tidak melakukan update ke versi terbaru.

Otomatiskan!

Semua masalah tersebut sebetulnya mudah diatasi dengan cara lakukan update secara otomatis. Jangan mengandalkan user, mereka tidak akan sempat membaca pengumuman. Jangan andalkan support, mereka tidak ada waktu untuk melaporkan bug.

Oleh sebab itu saya pribadi sepakat dengan metode silent update atau automatic update seperti Google Chrome. Dengan cara tersebut, kita sebagai developer tidak perlu dipusingkan oleh problem-problem yang saya sebutkan sebelumnya. Terutama untuk laporan bug yang berulang.

Referensi: 

http://www.techzoom.net/publications/silent-updates/